Kriminal Sepekan : Pencuri Pagar ‘Dikawal’ Polisi-Bupati Labuhanbatu Di-OTT

OTT

Sejumlah peristiwa kriminal terjadi di wilayah Sumut, antara lain pencurian pembatas besi viral di Medan, dikawal patroli polisi, dan Bupati Labuhanbat menerima OTT dari KPK. Berikut ringkasannya. Perampok pagar di bawah pengawalan polisi

Di kota Medan, pagar besi dari rumah-rumah dicuri lagi. Keunikan pencurian tersebut diketahui oleh polisi yang berpatroli dan juga mengendarai sepeda motor, dan pada malam hari petugas mengawal pencuri yang membawa pagar besi curian tersebut dengan sepeda roda tiga muatan.

BACA JUGA : Timnas AMIN Dorong Kasus Ancam Tembak Anies Diselesaikan Lewat RJ

Sebelumnya diberitakan, video yang beredar di media sosial memperlihatkan seorang tersangka pembobol pagar dikawal petugas Polrestabes Medan.

Video Kriminal yang beredar memperlihatkan tiga pria mengendarai sepeda roda tiga barak dan membawa pagar berwarna kuning. Polisi melaju di belakang komplotan pencuri dengan enam sepeda motor, seolah ingin mengawal para pencuri.

“Terduga pencuri pagar diantar Tim Reaksi Cepat (URC) Polrestabes Medan menuju Mapolrestabes Medan untuk ditindaklanjuti,” demikian isi video tersebut.

Kapolsek Medan Teddy Jhon Marbun mengatakan, kejadian itu terjadi pada Kamis (11/1/2024) sekitar pukul 03.15 WIB.Sementara itu, petugas melakukan patroli dan menemukan pencuri pagar sedang beraksi.

“Saat itu tim Rapid Response Unit (URC) sedang patroli dan menemukan ada pelaku yang mencuri pagar di Jalan Pasar V Tembung,” kata Teddy, Jumat (12/12).

Dalam kejadian tersebut, polisi menangkap tiga pelaku: FM (41 tahun), MTH (48 tahun) dan DS (46 tahun). Saat diperiksa polisi, mereka mengaku hanya sekali mencuri pagar besi rumah salah satu warga.

“Mereka mengendarai becak dan membawa tiang kuning, seng dan lain-lain.Saat diinterogasi, mereka mengaku mengambilnya dari warga Jalan Gurilla, ujarnya. Pelaku ditahan di Mapolrestabes Medan untuk proses hukum lebih lanjut.

Bupati Labuhanbatu bawahan KPK OCT Operasi kriminal menarik lainnya adalah Operasi Penyamaran (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kabupaten Labuhanbat. Bupati Labuhanbat Erik Adtrada Ritonga ditangkap dalam OTT. Kepala Bagian Pers KPK Ali Fikri membenarkan peristiwa OTT terjadi di Labuhanbatu, Sumatera Utara.

“Benar (11/11) Komite Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi penangkapan di Kabupaten Labuhanbat,” kata Ali Fikri, Kamis (11/1/2024). Ia mengklaim OTT yang menjerat Bupati Erik Adtrada terkait kasus korupsi. Banyak orang yang ditangkap dalam OTT, termasuk pejabat pemerintah dan individu.

BACA JUGA : Demi Biaya Berobat Anak, Pria di Aceh Nekat jadi Penyelundup 1,2 Kg Sabu

Benar (Bupati Labuhanbat ditangkap), kata Ali Fikri. Selain Bupati Ali, menurut Fikri, ada lebih dari sepuluh orang yang ditangkap dalam OTT tersebut. “Sejauh ini ada lebih dari sepuluh. Diantaranya Bupati Labuhanbat,” tambah Ali Fikri.

Pada tahun, Wakil Ketua Komite Pemberantasan Korupsi Nurul Ghufron mengumumkan bahwa selain 10 orang, lebih dari 10 orang ditangkap pada OTT di Labuhanbatu dan sejumlah uang juga disita.

“Saat ini kami sudah menerima beberapa halaman, sejumlah uang, dan barang bukti lainnya,” kata Ghufron.

error: Content is protected !!